Program Baru SULTANIKAH CAPINGAN sudah terealisasi hari ini

Program Baru SULTANIKAH CAPINGAN sudah terealisasi hari ini

Pernikahan atau perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Akibat dari tidak memahami tujuan perkawinan akan menyebabkan ketidak harmonisan pasangan suami istri dan bahkan bisa berakhir pada perceraian. Angka perceraian di Indonesia kurang lebih 300.000 pasang (lebih dari 10%) dari jumlah perkawinan di Indonesia setiap tahunnya 2.300.000 pasang (data Kemenag 2014).

Maka dari itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana, Purwanti  berinisiatif membuat program baru untuk para Calon Pengantin yang mau melangsungkan pernikahan agar dapat mengikuti konseling  SULTANIKAH CAPINGAN singkatan dari konsultasi  pra nikah bagi calon pinanganten . Program ini dilatar belakangi karena meningkatnya kasus perceraian di Indonseia khususnya di massa pandemic covid-19 ini. Karena itu pemerintah Kota Surakarta menimbang bahwa para calon pengantin perlu diberi konseling  persiapan sebelum menikah , bentuk peyanan program ini terdiri atas 3 jenis yaitu konsultasi , pemberian buku saku, dan surat keterangan konsultasi, pelayanan  dilaksanakan di KUA untuk umat ISLAM, sementara untuk lainnya dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran di kantor Kelurahan dan mendapatkan surat pengantar .

Dan mulai hari ini Senin, 10 Agustus 2020 sudah di laksanakan serentak oleh Pejabat Lapangan ,  yakni PLKB yang saat ini berada di Kantor Urusan Agama di 5 wilayah kecamatan masing-masing.

 

  Konsultsi Sultanikah Capingan Kecamatan Jebres
Konsultsi Sultanikah Capingan di Kecamatan Laweyan

 

Grand Final DUTA GENRE Tahun 2020

Grand Final DUTA GENRE Tahun 2020

Pada Kesempatan Pagi ini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Brencana Kota Surakarta Menyelenggarakan Grand Final pemilihan Duta Genre di Balai Tawang Arum Surakarta, walaupun cukup menegangkan di tengah pandemic covid 19 ini, kami Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana selaku penyelenggara kegiatan maupun para Finalis Duta Genre tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana mestinya , Grand Final yang sempat di tunda bebrapa bulan akhirnya terlaksana pada hari Kamis, 16 Juli 2020 dengan pemenang Utama Juara 1, 2 Putra dan Putri, Juara berbakat Putra dan Putri, Juara favorit Putra dan Putri, serta juara Best Advokasi dan Juara Duta Genre persahabatan Putra dan Putri. Di kesempatan pagi itu Purwanti, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Brencana Kota Surakarta sedikit menyampaikan bahwa pemilihan Duta Genre memang sudah menjadi salah satu ajang pemberian motivasi pada remaja untuk bisa menjadi “ agen of change ” untuk generasi berencana, dengan nanti terpilihnya kejuaraan Duta Genre maka amanah yang akan diemban tentunya akan menjadi motivator, edukator untuk teman-teman di lingkungan Remaja , yang akan menjadi satu corps untuk mengkampanyekan Triad KRR yaitu Remaja Bebas NAPZA, NARKOBA, HIV, dan Sex Bebas, Untuk itu para pemenang Duta Genre ini menjadi salah satu upaya Pemkot untuk menyosialisasikan penundaan usia pernikahan (PUP). Mereka berperan sebagai “peer educator” yang akan memberikan pemahaman terkait kesehatan reproduksi kepada remaja sebaya. Duta Genre dipilih dari kalangan remaja pasalnya cukup efektif karena sosialisasi melalui rekan sebaya lebih mudah diterima. Peran peer educator dianggap vital agar remaja mengerti kesehatan reproduksi dan bahaya menikah tanpa persiapan matang. Usia ideal laki-laki untuk menikah sudah ditetapkan 25 tahun dan usia perempuan 21 tahun. ” Tapi sampai sekarang masih ada belasan pernikahan dini setiap tahunnya, yang kebanyakan dipicu kehamilan yang tidak diinginkan. Rata-rata dialami pasangan di bawah usia 18 tahun,” ungkapnya. Para Duta Genre diambil dari kampus-kampus di wilayah Solo. Mereka diterjunkan ke wilayah-wilayah yang sudah ada Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Di samping itu, Pemkot juga terus menggalakkan Program keluarga berencana (KB) sebagai strategi mengatasi masalah kependudukan.

Penyerahan Tropi , Uang dan Bingkisan dari Dinas Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana untk Finalis yang menang
Penyematan mahkota dari pemenang duta genre 2019 ke pemenang duta genre 2020

 

 

Keseluruhan Finalis Duta Genre 2020
Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, menyongsong Hari Keluarga Nasional ke 27

Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, menyongsong Hari Keluarga Nasional ke 27

Sejarah Hari Ini, setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional atau Harganas, tak terasa peringatan Hari Keluraga Nasional ini sudah memasuki tahun ke 27 . Kali ini HARGANAS Mengangkat tema Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor serta BKKBN baru dengan cara baru dan semangat baru hadir dalam keluargamu.

Pada kesempatan pagi ini , Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta beserta Ketua TP PKK tidak lain yaitu istri Walikota Surakarta Elizabeth Endang Prasetyaningsih, mengunjungi beberapa Puskesmas di Wilayah kota Surakarta, antara lain di puskesmas Karangasem, Puskesmas Pembantu Semanggi II dan terakhir Puskesmas Purwodiningratan guna meninjau team PLKB yang sedang bertugas serta menyerahkan satu paket Alat Pelindung Diri (APD) dari team pengerak PKK Kota Surakarta untuk para tenaga medis yang sedang melaksanakan tugasnya untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan di tengah Pandemi Covid – 19 ini.

Ibu Ketua TP PKK beserta Ibu Kepala Dinas berada di Puskesmas Purwodiningratan meninjau Pelaksanaan HARGANAS
Ibu Ketua TP PKK tetap melakukan Protokol Kesehatan saat Meninjau Puskesmas Pembantu Semanggi II
GOTONG ROYONG MELAWAN COVID – 19

GOTONG ROYONG MELAWAN COVID – 19

Hari ini, 17/06/2020 Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluraga Berencana Purwanti  menghimbau agar masyarakat Kota Surakarta “Gotong Royong” melawan virus corona, selain itu diharapkan masyarakat bisa mencegah sekaligus menunda kehamilan pada saat pandemi covid 19 ini dengan ikut keluarga berencana , menggunakan alat kontraspsi yg sesuai dengan kondisi kesehatan anda dan saya menghimbau kepada seluruh keluarga agar tidak mengajak anak, ibu hamildan lansia ke mall, swalayan, pasar atau pusat keramaian lainnya. Ayo bersama gotong royong melawan corona, Salam KB, berencana itu keren, tutur Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta.

Sosialisasi PIK Remaja di Kelurahan Nusukan

Sosialisasi PIK Remaja di Kelurahan Nusukan

Sosialisasi PIK REMAJA di Kelurahan Nusukan yang di laksanakan pada  Minggu, 14/06  dihadiri oleh Pejabat Pelaksana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta , Pelopor PIK Remaja sekaligus aktivis lumbung sosial bank sampah. Dikesempatan ini para pelopor PIK Remaja banyak membahas tentang TRIAD KRR , TRIAD KRR adalah tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas, HIV/ AIDS dan Napza. KRR merupakan kepanjangan dari Kesehatan Reproduksi Remaja. Seksualitas adalah segala sesuatu yang menyangkut hidup manusia sebagai makhluk seksual, yaitu emosi, perasaan, kepribadian, sikap yang berkaitan dengan perilaku seksual, hubungan seksual dan orientasi seksual. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala yang timbul akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh karena terinfeksi virus HIV. IMS merupakan kepanjangan dari infeksi menular seksual yaitu infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya. kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba. Napza adalah zat-zat kimiawi yang masukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut) dihirup (melalui hidung) dan. Tidak lupa juga Pejabat Pelaksana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluraga berencana menyampaiakan agar tetap menjaga protokol kesehatan serta selalu mendukung penggunakan KB di saat pandemi  covid-19 ini.

Anggota PIK Remaja sedang mendengarkan sosialisasi
Pembinaan Bina Keluarga Remaja Kampung KB Sondakan

Pembinaan Bina Keluarga Remaja Kampung KB Sondakan

Senin, 8/6/2020 Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana beserta jajaranya menghadiri pembinaan Bina Keluarga Remaja di kampung KB Kelurahan Sondakan, tidak lupa juga Lurah Sondakan , Babinsa, Relawan KB, serta Ketua Pokja KB juga ikut hadir di acara tersebut. Pada kesempatan hari ini Ibu Kepala Dinas menyampaikan arahan untuk tetap selalu menggunakan KB saat pandemic covid – 19 ini dan diharapkan anggota BKR juga ikut mendukung Program KB sebagai percontohan untuk masyarakat , selain pengarahan dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta ada beberapa materi yang disampaiakn oleh petugas PLKB untuk para Anggota Bina keluarga Remaja diantaranya tentang BULLYING, bullying sering kali kita dengar pada anak usia remaja untuk mengejek  temannya satu sama lain dengan tujuan untuk menyakiti atau menganggu orang lain atau korban yang lebih lemah darinnya. Mereka yang menjadi korban bullying kemungkinan akan menderita depresi dan kurang percaya diri, yang pada akhirnya korban bullying menjadi kesulitan dalam bergaul. Dilanjut dengan kasus Kekerasan seksual, ini  juga menjadi pokok utama dalam pembahasan aspek penting dalam kekerasan seksual diantaranya pemaksaan dan tidak adanya persetujuan dari korban serta korban belum mampu memberikan persetujuan ( Misalnya kekerasan seksual pada anak atau individu yang mengalami disabilitas intelegensi.

Sosialisasi petugas PLKB untuk Anggota BKR tentang Kasus Bullying dan Kekerasan Seksual 

 

Pengarahan Anggota BKR oleh Ibu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta                                                              
PANDEMI COVID-19 TAK HALANGI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA TERUS EDUKASI MASYARAKAT

PANDEMI COVID-19 TAK HALANGI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA TERUS EDUKASI MASYARAKAT

Makin marak covid- 19 ini, Dinas pengendalian penduduk dan Keluarga berencana sampai saat ini masih gencar melakukan penyuluhan di berbagai kelurahan dan kecamatan di wilayah kota Surakarta , selain bersosialisasi mengenai apa itu covid – 19 tak lupa juga kami selaku Dinas yang bergerak di bidang KB mengharapkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) tetap berjalan dengan memperhatikan protokol-protokol pencegahan penyebaran virus corona. Disisi lain yang tidak kalah pentingnya yaitu pelayanan serta promosi dan konseling kesehatan reproduksi juga masih diperlukan dalam masa pandemi seperti saat ini. Pada saat pandemi ini akses masyarakat terhadap pelayanan serta konseling kesehatan menjadi terbatas, dan untuk meminimalisir kontak dengan petugas kesehatan maka sebagian besar kegiatan promosi dan konseling termasuk terkait kesehatan reproduksi lebih banyak memanfaatkan media leaflet dan kunjungan langsung untuk menjadi bahan edukasi,  Ada beberapa alasan mengapa sebaiknya masyarakat untuk menunda kehamilan terutama pada masa pandemi Covid 19 saat ini, di antaranya pertimbangan mengenai kesehatan Ibu hamil dan janin selama pandemi

 

ibu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana beserta kader KB door to door menyampaikan pentingnya untuk ber-KB selama pandemi covid-19

Ibu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mengedukasi masyarakat tentang covid – 19

HARI PERTAMA MASA KARANTINA DUTA GENRE 2020

HARI PERTAMA MASA KARANTINA DUTA GENRE 2020

Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga menggelar Pemilihan Duta Genre 2020, dan kali  ini telah memasuki tahun ke-7, bagi duta yang terpilih selanjutnya akan mewakili Kota Surakarta ke tingkat Provinsi Jawa Tengah . Bagi Duta Genre yang terpilih akan mengemban amanah untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan kehidupan remaja seperti melanjutkan pendidikan tinggi untuk menumbuhkan jiwa generasi penerus bangsa yang bermanfaat, hal-hal yang harus dipersiapkan guna memasuki dunia kerja, mempersiapkan diri untuk memasuki keluarga, persiapan untuk menjadi anggota masyarakat dan bagaimana menerapkan pola hidup sehat.

 

Simbolis Pemasangan Selempang Peserta Duta Genre 2020

 

Rabu, 11 maret 2020 adalah hari pertama para peserta Duta Genre Memasuki babak karantina, dimana semua peserta yang telah melalui tahap seleksi dan wawancara memulai untuk di bimbing serta diberi arahan , pagi tadi sudah berlangsung dengan tertib untauk tahapan registrasi peserta , dilanjutkan penyambutan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yang diwakilkan oleh PLH Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yaitu Ir. Sri Wardhani Poerbowidjojo, M.T tidak lupa beliau juga menyampaiakan tentang Generasi Milenial yang harus menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas sehingga remaja dapat terhindar dari Pernikahan Dini, Sex Pra Nikah serta Napza. Disusul foto Bersama para panitia dan para peserta Duta Genre , setelah itu ada materi yang disampaikan oleh BNN berkaitan dengan GENRE serta tidak lupa juga ada tahapan untuk sesi tanya jawabnya . Kali ini para peserta juga harus di tuntut  bisa berdandan , beauty class Peserta Duta Genre bekerja sama dengan Sari Ayu , ada kurang lebih 20 pasang peserta yang mengikutinya.

 

Foto Bersama PLH dan Sekretaris Dinas Pengendaliaan Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta

 

Sesi Foto menggunakan Lurik oleh peserta Duta Genre
Sesi Foto menggunakan Lurik oleh peserta Duta Genre
Beauty Class peserta Duta Genre

 

Sudah Jadi Kader Selama 33 Tahun, Eyang Mul Minta Pensiun

Sudah Jadi Kader Selama 33 Tahun, Eyang Mul Minta Pensiun

Menjadi kader KB bukanlah sebuah pekerjaan yang menyenangkan dan bergaji tinggi. Bahkan kader KB hanyalah pekerjaan sukarela membantu pemerintah mensukseskan program Keluarga Berencana. Tugasnya “hanyalah” mengenalkan program KB terutama penggunaan alat kontrasepsi kepada warga masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Ya. Memang sejak dicanangkan program Keluarga Berencana pada tahun 70-an. Pemerintah tidak berjalan sendiri dalam menjalankan program KB. Selain merekrut masyarakat sekitar sebagai kader KB, pemerintah juga menjalin kerjasama dengan tokoh tokoh masyarakat, kyai, ustadz, pendeta, dll untuk mensukseskan program KB.

Namun dari itu semuanya, kader KB memang sangat special. Berasal dari masyarakat sendiri, kader KB harus selalu siap mengajak orang mengikuti KB. Setiap ada jemuran popok bayi, kader harus segera menemui ibu yang baru melahirkan untuk ikut KB. Bahkan sejak melihat tetangga hamil, kader sudah harus mengenalkan KB.

Salah satu kader KB yang cukup melegenda di Kota Surakarta adalah Eyang Mul. Warga Danukusuman Kecamatan Serengan ini mengaku telah menjadi kader KB sejak tahun 1987. Berbagai pengalaman suka dan duka pernah dia alami. Beliau bahkan menjadi kader yang turut mendirikan Forum Komunikasi Petugas dan Pengelola KB Desa ( FKPPKBD) Kecamatan Serengan. Yaitu sebuah wadah yang menyatukan antara Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Namun pada akhirnya usialah yang membatasi gerak langkah seseorang. Bersamaan dengan diadakannya pertemuan FKPPKBD Kecamatan Serengan Kamis 20/2 2020 ini Eyang Mul mohon pensiun dari kader KB. Maklum usianya sudah 90-an tahun.

Dihadapan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta, wakil Kecamatan Serengan, Lurah Tipes, dan teman teman sesama kader beliau mohon diri.

Sebagai kata pelepasan, Ibu Purwanti Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan mendoakan agar Eyang Mul senantiasa dikaruniai kesehatan dan keselamatan, serta dapat menjadi motivasi bagi kader-kader yang lebih muda.

Menggelorakan Program KB, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Mengikuti Festival Jenang

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Sala  – sekarang Surakarta – yang ke 275,  Kota Surakarta menggelar event yang unik yaitu festival jenang. Berbagai macam jenang ditampilkan dan dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Tujuh belas macam jenang ditampilkan, dan semuanya ludes dibagikan kepada masyarakat. Memanfaatkan momen yang ada, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta turut serta ambil bagian dengan menampilkan jenang pathi yang mempunyai makna harus selalu ingat kepada pati