Senam Sajojo Meriahkan hari Kontrasepsi Sedunia

Senam Sajojo Meriahkan hari Kontrasepsi Sedunia

Pemerintah Kota Surakarta mengadakan Senam Sajojo Bersama dalam memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 September.

Kegiatan yang diadakan di halaman depan Balai Kota Surakarta itu diikuti oleh seluruh pegawai Pemkot Surakarta dan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.

Senam diikuti pula oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo,Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Purwanti, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Surakarta, Camat dan Lurah di Kota Surakarta, kader Keluarga Berencana, dan para ASN Pemkot Surakarta.

Sementara itu saat senam, para peserta terlihat sangat bersemangat mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh instruktur dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Peringatan hari kontrasepsi sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kontrasepsi dan mengupayakan generasi muda untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual,”

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN) menyebutkan, tahun 2020 ini terjadi penurunan lebih dari 1 juta layanan keluarga berencana (KB) selama bulan Januari – April 2020.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah bagi keluarga di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu dan tantangan bagi pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk.

Momen hari kontrasepsi sedunia penting untuk digaungkan agar pentingnya keluarga berencana untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera serta mengendalikan pertambahan penduduk sesuai dengan norma keluarga kecil bahagia sejahtera dengan jalan mengendalikan jumlah kelahiran.

“Saya paham dengan situasi pandemi covid-19 yang pasti menambah tantangan dalam melaksanakan tugas, saya berpesan agar para penyuluh dan para kader memanfaatkan semaksimal mungkin kemudahan teknologi dan memanfaatkan relasi yang dimiliki guna mengoptimalkan tugas masing-masing”.

Dengan adanya peringatan ini, Rudy meminta agar para stakeholder dapat turut berkontribusi mewujudkan keberhasilan program Bangga Kencana demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi, sosial, serta spiritual setiap penduduk.

Walikota Surakarta beserta Ketua TP PKK Kota Surakarta berhasil meraih penghargaan Manggala Karya Kencana 2020

Walikota Surakarta beserta Ketua TP PKK Kota Surakarta berhasil meraih penghargaan Manggala Karya Kencana 2020

Pemerintah Kota Surakarta di bawah kepemimpinan FX. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo berhasil meraih Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana Tahun 2020 di bidang Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Program Bangga Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

Berkat komitmen tinggi Walikota Surakarta beserta istri, Elizabeth Endang Prasetyaningsih Rudyatmo dalam mendukung program KKBPK atau program Bangga Kencana, penghargaan diserahkan langsung Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, di Pendapi Gedhe, Kompleks Balaikota, Jumat (18/9).

Upaya kepedulian tersebut memberikan kontribusi positif pada capaian program KB yang berdampak pada angka TFR untuk Kota Surakarta mencapai 1,8. Angka ini lebih baik dibanding angka Jawa Tengah yaitu 2,3 (SDKI) dan angka Nasional

Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo dalam sambutannya, mengapresiasi penghargaan yang diberikan BKKBN Pusat dan berharap penghargaan tersebut mampu mendorong Keluarga Berencana  di Kota Surakarta tetap dapat berjalan dan masyarakat semakin menyadari sangat pentingnya KB dalam membangun keluarga, daerah dan bangsa yang dimulai dari keluarga.

Sementara, Hastho Wardoyo Kepala BKKBN RI  menyatakan bahwa tanda penghargaan Manggala Karya Kencana adalah sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang dinilai telah menunjukan komitmen, dukungan serta jasa dalam program Bangga Kencana di wilayah kota / kabupaten didaerahnya.

 

 

 

Launching Program Baru Antar Sayangku Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Surakarta

Launching Program Baru Antar Sayangku Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Surakarta

Pembangunan Kota Surakarta telah tumbuh pesat dengan pembangunan di segala bidang baik pendidikan, kesehatan, Infrasutuktur, Ekonomi, Sosial budaya. Pembangunan tersebut berdampak pada Perkembangan jumlah penduduk dan kepadatan penduduk Kota Surakarta dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Dari peningkatan jumlah penduduk tersebut menimbulkan permasalahan antara lain : Bayi stunting, Bayi Kurang Gizi, Masih adanya kematian ibu/bayi meninggal, Pernikahan usia dini, bulying, Narkoba, KDRT, Anak dan lansia terlantar, lemahnya pemasaran produk UPPKS kurang  dilaksanakan Kondisi Kota Surakarta, maka untuk menghadapi permasalahan tersebut diperlukan kebijakan yaitu dengan menurunkan angka kelahiran dan meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Untuk bahwa untuk mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, dibutuhkan informasi dan konseling kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga melalui Layanan Kesejahteraan Keluarga Secara Terpadu Melalui Pusat Pelayanan Keluarga Berkualitas (Anter Sayangku).

Layanan Kesejahteraan Keluarga Secara Terpadu Melalui Pusat Pelayanan Keluarga Berkualitas (Anter Sayangku) adalah wadah yang memberikan informasi dan pelayanan keluarga melalui pem berian KIE, penyedia data, konsultasi dan konseling, pembinaan serta rujukan.

 

Launching Anter Sayangku di Balai Kecamatan Laweyan

 

KIE KUNJUNGAN RUMAH

KIE KUNJUNGAN RUMAH

Senin 31 Agustus 2020 , Dinas Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana melakukan KIE dengan mengunjungi rumah seorang Pasangan Usia Subur di kelurahan Gilingan yang baru satu minggu melangsungkan pernikahan, pada kesempatan pagi ini PKB bertugas memberi masukan kepada pasutri untuk  menunda kehamilan disaat pandemic covid 19 ini dengan ber KB . Pentingnya ber KB saat pandemic covid 19 diantaranya  bahwa saat hamil, hormon di tubuh mengalami perubahan. Hal ini bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga jadi lebih rentan mengalami infeksi, tak terkecuali infeksi virus Corona. Bahkan, infeksi kecil saja bisa berubah menjadi penyakit yang sangat serius bila menginfeksi ibu hamil Ini tentunya sangat berpengaruh terhadap keselamatan ibu dan janin selama kehamilan. Maka PKB menyarankan untuk menunda kehamilan selama pandemi

 

DPPKB Kota Surakarta bersama Kader KB Memberi KIE Kepada Masyarakat Tentang Cara Mencegah Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Ditengah Pandemi Covid-19

DPPKB Kota Surakarta bersama Kader KB Memberi KIE Kepada Masyarakat Tentang Cara Mencegah Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Ditengah Pandemi Covid-19

Dampak mewabahnya Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap rentannya terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) yang dikarenakan adanya penurunan jumlah pelayanan KB secara nasional dari masing-masing jenis alat obat kontrasepsi (alokon). Hal ini dindikasi bahwa Pasangan Usia Subur (PUS) yang memerlukan kontrasepsi tidak bisa mengakses layanan kontrasepsi di faskes dan menunda ke faskes selama Covid-19 jika tidak dalam kondisi gawat, karena adanya kekhawatiran PUS yang memerlukan kontrasepsi tertular Covid-19. Selain itu, Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap orang dengan sistem imun lemah.

KTD memiliki dampak yang luas seperti meningkatkan kasus aborsi, meningkatkan risiko kematian ibu dan anak, anemia pada ibu hamil, malnutrisi pada ibu hamil dan janin, bayi lahir prematur, berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan kurangnya kasih sayang dan pengasuhan karena anak tidak diinginkan.

Maka dari itu Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta terus berupaya memastikan keberlangsungan penggunaan alat dan obat kontrasepsi selama masa krisis bencana Covid-19, seperti : Pelayanan KB bergerak, kunjungan ke PUS yang memerlukan kontrasepsi. Menurunkan angka putus pakai alat dan obat kontrasepsi sehingga mencegah KTD dengan cara : mengoptimalkan peran PKB/PLKB dan penggerakan Mobil Unit Penerangan KB ke masyarakat untuk KIE Pencegahan Covid-19.

Sehingga disaat Pandemi Covid-19 ini, sebaiknya masyarakat mulai mengatur perencanaan kehamilan. Setiap kehamilan seharusnya direncanakan dan diinginkan. Namun pada kenyataannya banyak pasangan suami istri yang tidak dapat memenuhi kondisi tersebut. Oleh karena itu penting untuk merencanakan kehamilan dan menentukan jumlah anak dari sejak awal pernikahan melalui program Keluarga Berencana (KB).

Pengaturan jarak kehamilan dan perencanaan jumlah anak dapat dilakukan dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Salah satu tujuan ber KB untuk menghindari “empat terlalu”, yaitu terlalu sering melahirkan (lebih dari 2 anak), terlalu dekat jarak antarkehamilan (kurang dari 2 tahun), usia terlalu muda saat hamil (kurang dari 20 tahun), dan usia terlalu tua saat hamil (lebih dari 35 tahun).

 

  KIE KB oleh Kader KB Kota Surakarta di wilayah kecamatan Laweyan
Kunjungan Rumah dan KIE mengenai KB oleh Kader KB kecamatan Laweyan
HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Launching Inovasi Program Sultanikah Capingan

HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Launching Inovasi Program Sultanikah Capingan

Senin 17 Agustus 2020 , setelah upacara bendera selesai di halaman Balai Kota Surakarta, program SULTANIKAH CAPINGAN ( Konsultsi Pra Nikah bagi Calon Pinanganten ) RESMI di LAUNCHING . Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI di tengah pandemi COVID-19 tersebut diikuti perwakilan aparatur sipil negara (ASN) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta, dengan pembina upacara Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Banyak yang belum mengenal program baru yang di resmikan pada tanggal 17 Agustus 2020 ini , dan bertanya tanya apa sih Program SULTANIKAH CAPINGAN itu ?

PROGRAM KONSULTASI PRANIKAH BAGI CALON PENGANTIN (PROGRAM SULTANIKAH CAPINGAN) adalah program pelayanan kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan, dalam bentuk pemberian informasi, edukasi dan komunikasi meliputi materi pembangunan keluarga, penanaman nilai nilai fungsi keluarga, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

 

Sebelum launching Inovasi Proyek Perubahan dimulai, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta Purwanti,  telah terlebih dahulu menandatangani perjanjian kerjasama SULTANIKAH CAPINGAN dengan perwakilan 6 agama yaitu : BIMAS Islam ( Bimbingan masyarakat Islam ) Surakarta, PHDI ( Parisadha Hindu Dharma Indonesia ) Surakarta, WALUBI ( Perwakilan Umat Buddha Indonesia ) Surakarta, BAGKS ( Badan Antar Gereja Kristen Surakarta ), MAKIN ( Majelis Agama Khonghucu Indonesia ) Surakarta dan KEVIKEPAN Kota Surkarta.

 

Setelah Penandatanganan dengan  perwakilan agama selesai, dilanjutkan  dengan Penandatanganan Perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Surakarta dengan Kementrian Agama Kota Surakarta yang disaksikan oleh perwakilan 6 agama yang ada di Kota Surakarta .

Program Baru SULTANIKAH CAPINGAN sudah di uji cobakan hari ini

Program Baru SULTANIKAH CAPINGAN sudah di uji cobakan hari ini

Pernikahan atau perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Akibat dari tidak memahami tujuan perkawinan akan menyebabkan ketidak harmonisan pasangan suami istri dan bahkan bisa berakhir pada perceraian. Angka perceraian di Indonesia kurang lebih 300.000 pasang (lebih dari 10%) dari jumlah perkawinan di Indonesia setiap tahunnya 2.300.000 pasang (data Kemenag 2014).

Maka dari itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana, Purwanti  berinisiatif membuat program baru untuk para Calon Pengantin yang mau melangsungkan pernikahan agar dapat mengikuti konseling  SULTANIKAH CAPINGAN singkatan dari konsultasi  pra nikah bagi calon pinanganten . Program ini dilatar belakangi karena meningkatnya kasus perceraian di Indonseia khususnya di massa pandemic covid-19 ini. Karena itu pemerintah Kota Surakarta menimbang bahwa para calon pengantin perlu diberi konseling  persiapan sebelum menikah , bentuk peyanan program ini terdiri atas 3 jenis yaitu konsultasi , pemberian buku saku, dan surat keterangan konsultasi, pelayanan  dilaksanakan di KUA untuk umat ISLAM, sementara untuk lainnya dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran di kantor Kelurahan dan mendapatkan surat pengantar .

Dan mulai hari ini Senin, 10 Agustus 2020 sudah di laksanakan serentak oleh Pejabat Lapangan ,  yakni PLKB yang saat ini berada di Kantor Urusan Agama di 5 wilayah kecamatan masing-masing.

 

Konsultsi Sultanikah Capingan Kecamatan Jebres
Konsultsi Sultanikah Capingan di Kecamatan Laweyan

 

Grand Final DUTA GENRE Tahun 2020

Grand Final DUTA GENRE Tahun 2020

Pada Kesempatan Pagi ini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Brencana Kota Surakarta Menyelenggarakan Grand Final pemilihan Duta Genre di Balai Tawang Arum Surakarta, walaupun cukup menegangkan di tengah pandemic covid 19 ini, kami Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana selaku penyelenggara kegiatan maupun para Finalis Duta Genre tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana mestinya , Grand Final yang sempat di tunda bebrapa bulan akhirnya terlaksana pada hari Kamis, 16 Juli 2020 dengan pemenang Utama Juara 1, 2 Putra dan Putri, Juara berbakat Putra dan Putri, Juara favorit Putra dan Putri, serta juara Best Advokasi dan Juara Duta Genre persahabatan Putra dan Putri. Di kesempatan pagi itu Purwanti, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Brencana Kota Surakarta sedikit menyampaikan bahwa pemilihan Duta Genre memang sudah menjadi salah satu ajang pemberian motivasi pada remaja untuk bisa menjadi “ agen of change ” untuk generasi berencana, dengan nanti terpilihnya kejuaraan Duta Genre maka amanah yang akan diemban tentunya akan menjadi motivator, edukator untuk teman-teman di lingkungan Remaja , yang akan menjadi satu corps untuk mengkampanyekan Triad KRR yaitu Remaja Bebas NAPZA, NARKOBA, HIV, dan Sex Bebas, Untuk itu para pemenang Duta Genre ini menjadi salah satu upaya Pemkot untuk menyosialisasikan penundaan usia pernikahan (PUP). Mereka berperan sebagai “peer educator” yang akan memberikan pemahaman terkait kesehatan reproduksi kepada remaja sebaya. Duta Genre dipilih dari kalangan remaja pasalnya cukup efektif karena sosialisasi melalui rekan sebaya lebih mudah diterima. Peran peer educator dianggap vital agar remaja mengerti kesehatan reproduksi dan bahaya menikah tanpa persiapan matang. Usia ideal laki-laki untuk menikah sudah ditetapkan 25 tahun dan usia perempuan 21 tahun. ” Tapi sampai sekarang masih ada belasan pernikahan dini setiap tahunnya, yang kebanyakan dipicu kehamilan yang tidak diinginkan. Rata-rata dialami pasangan di bawah usia 18 tahun,” ungkapnya. Para Duta Genre diambil dari kampus-kampus di wilayah Solo. Mereka diterjunkan ke wilayah-wilayah yang sudah ada Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Di samping itu, Pemkot juga terus menggalakkan Program keluarga berencana (KB) sebagai strategi mengatasi masalah kependudukan.

Penyerahan Tropi , Uang dan Bingkisan dari Dinas Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana untk Finalis yang menang
Penyematan mahkota dari pemenang duta genre 2019 ke pemenang duta genre 2020

 

 

Keseluruhan Finalis Duta Genre 2020
Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, menyongsong Hari Keluarga Nasional ke 27

Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, menyongsong Hari Keluarga Nasional ke 27

Sejarah Hari Ini, setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional atau Harganas, tak terasa peringatan Hari Keluraga Nasional ini sudah memasuki tahun ke 27 . Kali ini HARGANAS Mengangkat tema Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor serta BKKBN baru dengan cara baru dan semangat baru hadir dalam keluargamu.

Pada kesempatan pagi ini , Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta beserta Ketua TP PKK tidak lain yaitu istri Walikota Surakarta Elizabeth Endang Prasetyaningsih, mengunjungi beberapa Puskesmas di Wilayah kota Surakarta, antara lain di puskesmas Karangasem, Puskesmas Pembantu Semanggi II dan terakhir Puskesmas Purwodiningratan guna meninjau team PLKB yang sedang bertugas serta menyerahkan satu paket Alat Pelindung Diri (APD) dari team pengerak PKK Kota Surakarta untuk para tenaga medis yang sedang melaksanakan tugasnya untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan di tengah Pandemi Covid – 19 ini.

Ibu Ketua TP PKK beserta Ibu Kepala Dinas berada di Puskesmas Purwodiningratan meninjau Pelaksanaan HARGANAS
Ibu Ketua TP PKK tetap melakukan Protokol Kesehatan saat Meninjau Puskesmas Pembantu Semanggi II
GOTONG ROYONG MELAWAN COVID – 19

GOTONG ROYONG MELAWAN COVID – 19

Hari ini, 17/06/2020 Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluraga Berencana Purwanti  menghimbau agar masyarakat Kota Surakarta “Gotong Royong” melawan virus corona, selain itu diharapkan masyarakat bisa mencegah sekaligus menunda kehamilan pada saat pandemi covid 19 ini dengan ikut keluarga berencana , menggunakan alat kontraspsi yg sesuai dengan kondisi kesehatan anda dan saya menghimbau kepada seluruh keluarga agar tidak mengajak anak, ibu hamildan lansia ke mall, swalayan, pasar atau pusat keramaian lainnya. Ayo bersama gotong royong melawan corona, Salam KB, berencana itu keren, tutur Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta.