Edukasi 1000HPK, Kiat Cegah Stunting

Edukasi 1000HPK, Kiat Cegah Stunting

Surakarta – 17 Juni 2021 dalam rangka mensukseskan program Zero Stunting yang berarti 0 persen angka peningkatan stunting, Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta secara berkala mengadakan kegiatan – kegiatan dengan tema stunting diantaranya edukasi melalui program kegiatan (poktan) yang ada. Bina Keluarga Balita (BKB) juga mengadakan edukasi dengan tema “Edukasi 100HPK bagi Ibu dan Keluarga”. Seperti yang kita ketahui 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) adalah periode penting untuk anak. 1000 HPK sudah dimulai saat ibu hamil, sehingga pemberian gizi yang baik dan pola hidup juga harus sudah diterapkan oleh ibu agar anak dapat tumbuh kembang dan kecerdasan anak dapat maksimal.

Acara Edukasi 1000HPK dilaksanakan merata di kelurahan – kelurahan di kota Surakarta. Kamis, 17 Juni 2021 giliran kelurahan Mojosongo yang menjadi sasaran dalam edukasi 1000HPK. Kegiatan di buka dengan laporan dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta Ibu Purwanti, SKM, M.Kes. Selain Kepala Dinas PPKB Surakarta. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta Ibu Selvi Ananda Putri  juga hadir dalam kegiatan sekaligus memberi sambutan dan menyerahkan bantuan tambahan makanan untuk ibu hamil dan balita.

Ada 2 pemateri dalam edukasi kali ini, Diyono, S.Fis, M.Or dari Stikes Nasional yang memberikan edukasi tentang “BKB Emas dan Stimulasi Tumbuh Kembang”. Satu lagi dari Puskesmas Sibela Ibu Sarwanti, A.Md, Gz dengan tema “1000HPK dan Gizi”. Sasaran pada acara edukasi kali ini adalah ibu hamil, ibu dengan batita dan juga ibu dengan balita stunting.

BKB EMAS, IBU DAN HARUS TAU TENTANG STUNTING

BKB EMAS, IBU DAN HARUS TAU TENTANG STUNTING

Surakarta – 2 Juni 2021 di Kelurahan Tipes dan Sangkrah diadakan pertemuan untuk mengedukasi ibu dan juga keluarga tentang pentingnya 1000 hari pertama kelahiran dan masalah – masalah yang bisa menyebabkan stunting. Acara dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (DPPKB) Kota Surakarta sebagai bentuk bahwa setiap kegiatan kegiatan dinas adalah kegiatan penting dan tentunya membantu dalam menyukseskan program – program pemerintah . Seperti yang sering dibicarakan Presiden telah menunjuk BKKBN sebagai pemimpin dalam penanganan kasus stunting di Indonesia. Bina Keluarga Balita (BKB) adalah salah satu sarana yang bisa digunakan untuk mengedukasi para ibu dan keluarga yang akan atau sudah memiliki balita agar lebih mengerti dan paham bahaya stunting bagi anak.

Pengedukasian dilakukan pada tingkat kelurahan untuk mengurangi kerumunan dan mengurangi peserta dimasa pandemi, pelaksanaan edukasi dilakukan perkelurahan dengan tujuan untuk lebih mendekatkan dengan masyarakat sehingga masalah – masalah bisa lebih terdengar dan penentuan kebijakan dan pengedukasian bisa lebih tepat sasaran. Banyak masalah penyebab stunting diantaranya ekonomi, kehamilan tidak diinginkan (KTD), ketidaktahuan orangtua dan keluarga tentang pola asuh dan masih banyak lagi. Ini juga yang menjadi alasan mendasar pentingnya perencanaan dalam berkeluarga.

Pembinaan terkait stunting akan terus dilakukan di kelurahan – kelurahan di Kota Surakarta dengan pendampingan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta. Dengan adanya pembinaan ini diharapkan masyarakat pada umumnya, ibu dan keluarga pada khususnya lebih sadar dan mengerti bahwa pencegahan stunting sangat penting. Demi anak yang cerdas dan sehat perlu adanya pola asuh yang baik dari orangtua, keluarga dan lingkungan sekitar.

 

Bina Keluarga Balita, Memperbaiki Negeri Memperbaiki Gizi

Bina Keluarga Balita, Memperbaiki Negeri Memperbaiki Gizi

Surakarta – Adanya pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang untuk menjalankan program-program pemerintah diantaranya adalah pembinaan Bina Keluarga Balita (BKB). Bina Keluarga Balita atau lebih akrab disebut dengan BKB adalah program BKKBN yang merupakan sebuah kegiatan yang khusus mengelola pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur. Target dari BKB adalah keluarga yang memiliki balita, tidak terbatas hanya pada ibu si bayi karena pengasuhan dan tumbuh kembang balita tidak hanya dari ibu tapi juga dari lingkungan yang setiap hari bertemu dengan balita.

BKB dalam pembentukannya memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang anak yang berusia balita. Selain itu juga untuk mengetahui membina tumbuh kembang anak dengan melakukan kegiatan stimulasi yang bersifat fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Dalam kegiatan BKB anak diharapkan mendapatkan rangsang fisik, motorik, kecerdasan sosial dan emosional lewat interaksi yang diciptakan dengan ibu atau anggota keluarga lain.

BKB diharapkan mampu mengedukasi dan meningkatkan wawasan ibu dan anggota keluarga lain yang memiliki balita tentang pola asuh anak yang benar sehingga mampu memaksimalkan tumbuh kembang dan kecerdasan anak yang nantinya mampu menciptakan keluarga sejahtera. Karena menurut Dr. dr. M. Yani, M.Kes peran keluarga adalah sebagai wahana utama dalam pengasuhan pada anak, memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang anak serta berupaya dalam membangun karakteristik SDM, sehingga keluarga dituntut mampu mencitpakan lingkungan belajar yang positif.

Selain pola asuh, gizi yang cukup dan tepat juga merupakan kunci tumbuh kembang anak. BKB juga menjadi ujung tombak dalam pengedukasian gizi cukup dan stunting pada ibu dan anggota keluarga mengingat BKKBN telah dipilih oleh Presiden sebagai ketua dalam program luar biasa penanganan stunting. Pelaksanaan BKB menjadi salah satu wadah untuk mengedukasi ibu dan anggota keluarga tentang pentingnya gizi cukup pada anak untuk mencegah stunting. BKB dilakukan ditiap tiap kelurahan masing-masing kecamatan. Selain untuk mengurangi kerumunan hal ini juga lebih efektif karena peserta lebih sedikit sehingga penyampaian materi bisa interaktif dan jelas.

 

GENERASI EMAS, BEBAS STUNTING

GENERASI EMAS, BEBAS STUNTING

Surakarta – Pada rapat kabinet terbatas yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat Senin, 25 Januari 2021 Presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua dalam pelaksanaan program luar biasa dalam penanganan stunting.

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tidak memadai. Dengan kondisi kekurangan asupan gizi penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan dibawah normal serta produktivitas rendah. Berdasarkan hasil pantauan Status Gizi (PSG) 2016 mencapai 27,5 persen. Menurut WHO, masalah Kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila pravalensi stunting lebih dari 20 persen. Artinya secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis, terlebih lagi di 14 Provinsi yang prevelensinya melebihi angka nasional.

Banyak aspek yang bisa menjadi penyebab stunting diantaranya adalah rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama kehidupan yakni sejak bayi lahir hingga usia 2 tahun. Buruknya fasilitas sanitasi dan minim air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan menjadi factor lain penyebab stunting.

Penanganan stunting tidak hanya dilakukan pada penderita tapi juga pada ibu hamil dan balita resiko stunting dengan pengedukasian cara – cara pencegahan stunting. Stunting dapat dicegah dengan cara memenuhi kebutuhan gizi sejak kehamilan, pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan yang dilanjutkan dengan MPASI sehat dan juga pemantauan perkembangan anak secara rutin dapat dilakukan untuk mencegah stunting sekaligus menekan angka peningkatan stunting.

Jumlah penderita stunting di Indonesia menurut hasil Riskesdas 2018 terus menurun. Tetapi pencegahan stunting tetap harus dilakukan untuk terus menenkan dan menurunkan prosentase stunting di Indonesia. Dalam upaya penekanan angka stunting pemerintah membuat program Zero Stunting, Zero stunting adalah program pemerintah dengan tujuan tidak adanya peningkatan stunting sehingga prosentase peningkatan stunting dari bulan ke bulan adalah nol persen. Himbauan dan statement dari pejabat pemerintah juga dilakukan untuk semakin menguatkan dan meyakinkan masyarakat pentingnya pencegahan stunting.

 

Sumber : http://www.p2ptm.kemkes.go.id/

 

Duta GenRe 2021, Yang Muda Yang Berencana

Duta GenRe 2021, Yang Muda Yang Berencana

Duta Generasi Berencana atau yang lebih akrab kita kenal dengan Duta GenRe adalah salah satu program yang dikembangkan oleh BKKBN yang ditujukan untuk remaja. Mengutip dari pikremaja.or.id program Duta GenRe ini dibentuk rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Keberadaan duta Genre sekaligus menekan maraknya permasalahan remaja, dan yang yang paling menonjol adalah permasalahan seputar seksualitas. Persoalan HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan usia kawin pertama yang relatif masih rendah, masih menimpa remaja, sehingga peran duta Genre perlu terus digiatkan.

Sumber : pikremaja.or.id


Download Panduan Duta GenRe

HIBAH SEPEDA KEPADA KADER PPKBD DAN SUB PPKBD

HIBAH SEPEDA KEPADA KADER PPKBD DAN SUB PPKBD

Sebanyak 309 buah sepeda diserahkan kepada 3 kecamatan yaitu kecamatan Laweyan, Serengan dan Pasar Kliwon. Penyerahan sepeda dihadiri langsung oleh bapak FX. Hadi Ridyatmo selaku walikota Surakarta. Dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan penyerahan ghibah sepeda dilaksanakan dibeberapa tempat untuk menghindari terciptanya kerumunan.

Acara penyerahan sepeda oleh bapak walikota dilaksanakan bebarengan dengan Mider Praja di SMP13 Surakarta. Penyerahan sepeda dilaksanakan secara simbolis oleh 3 PPKBD dan 3 Sub PPKBD dari 3 kecamatan. Penyerahan sepeda diteruskan di Pendapa Balai Kota Surakarta oleh ibu Purwanti, SKM, M.Kes yang merupakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Acara masih diteruskan dimasing-masing kelurahan berupa penyerahan langsung kepada Kader PPKBD dan Sub PPKBD yang diselenggarakan masing-masing kecamatan.

Ghibah sepeda ini selain reward kepada Kader PPKBD dan Sub PPKBD juga bisa sebagai cambuk agar semakin tergerak untuk meningkatkan kinerja dan mensukseskan Program Keluarga Berencana Bangga Kencana.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dalam sambutannya, Kader PPKB dan Sub PPKBD adalah ujung tombak dan pemegang peran penting dalam tersukseskannya Program Keluarga Berencana Bangga Kencana. Merekalah yang bertemu langsung dengan masyarakat dan berperan memberikan informasi dan edukasi kepada Pasangan Usia Subur (PUS) untuk pencapaian akseptor KB. Maka pemberian sepeda kali ini adalah salah satu dukungan kepada Kader PPKBD dan Sub PPKBD agar semakin termudahkan.

Sambutan oleh Kepala Dinas PPKB
Penyerahan sepeda secara simbolis kepada 3 kecamatan oleh Kepala Dinas PPKB

Pendisitribusian sepeda kemasing-masing kelurahan

pendistribusian sepeda untuk proses penyerahan langsung kepada kader dimasing-masing kelurahan

 

 

Gerak Mupen KB di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Gerak Mupen KB di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Hari ini, Senin (8/6) Penyuluh KB Kecamatan Banjarsari, Agus Setia Purnomo beserta rekan Budi Prastowo dan Nihayatunniswah, bersama dengan Staf/ Kasi Bidang Ketahanan Kesejahteraan Keluarga – DPPKB, Anita Dewi HS, melaksanakan kegiatan Gerak Mupen KB di wilayah Kecamatan Banjarsari. Target dari kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan New Normal kepada warga kecamatan Banjarsari.

Adapun New Normal yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan sehari-hari, disertai penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Disampaikan dalam KIE tersebut mengenai penggunaan masker dengan benar, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan rajin cuci tangan menggunakan sabun.

Kegiatan hari ini diawali dengan Advokasi kepada Lurah Keprabon sebagai wilayah pertama yang dikunjungi untuk Gerak Mupen, dan bersama dengan ibu Gati, Kasi Permas Kel. Keprabon bersama-sama melakukan sosialisasi. Dalam kegiatan ini masih banyak ditemukan masyarakat yang belum sadar pentingnya protokol kesehatan, diantaranya penggunaan masker. Oleh karena itu, DPPKB telah menyiapkan masker kain untuk dibagikan kepada masyarakat yang belum memiliki masker. Sepanjang perjalanan, selain memutar bahan KIE berupa rekaman audio yang telah disiapkan, juga dilakukan penyuluhan berupa informasi dan teguran kepada masyarakat yang tidak tertib di beberapa lokasi yang dilewati; diantaranya : Pasar Nongko, Pasar Nusukan, Pasar Legi dan beberapa wilayah yang berpotensi ramai.

 
HARI PERTAMA MASA KARANTINA DUTA GENRE 2020

HARI PERTAMA MASA KARANTINA DUTA GENRE 2020

Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga menggelar Pemilihan Duta Genre 2020, dan kali  ini telah memasuki tahun ke-7, bagi duta yang terpilih selanjutnya akan mewakili Kota Surakarta ke tingkat Provinsi Jawa Tengah . Bagi Duta Genre yang terpilih akan mengemban amanah untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan kehidupan remaja seperti melanjutkan pendidikan tinggi untuk menumbuhkan jiwa generasi penerus bangsa yang bermanfaat, hal-hal yang harus dipersiapkan guna memasuki dunia kerja, mempersiapkan diri untuk memasuki keluarga, persiapan untuk menjadi anggota masyarakat dan bagaimana menerapkan pola hidup sehat.

Simbolis Pemasangan Selempang Peserta Duta Genre 2020

Rabu, 11 maret 2020 adalah hari pertama para peserta Duta Genre Memasuki babak karantina, dimana semua peserta yang telah melalui tahap seleksi dan wawancara memulai untuk di bimbing serta diberi arahan , pagi tadi sudah berlangsung dengan tertib untauk tahapan registrasi peserta , dilanjutkan penyambutan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yang diwakilkan oleh PLH Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yaitu Ir. Sri Wardhani Poerbowidjojo, M.T tidak lupa beliau juga menyampaiakan tentang Generasi Milenial yang harus menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas sehingga remaja dapat terhindar dari Pernikahan Dini, Sex Pra Nikah serta Napza. Disusul foto Bersama para panitia dan para peserta Duta Genre , setelah itu ada materi yang disampaikan oleh BNN berkaitan dengan GENRE serta tidak lupa juga ada tahapan untuk sesi tanya jawabnya . Kali ini para peserta juga harus di tuntut  bisa berdandan , beauty class Peserta Duta Genre bekerja sama dengan Sari Ayu , ada kurang lebih 20 pasang peserta yang mengikutinya.

 

Foto Bersama PLH dan Sekretaris Dinas Pengendaliaan Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta

Beauty Class peserta Duta Genre

Sesi Foto menggunakan Lurik oleh peserta Duta Genre

Sesi Foto menggunakan Lurik oleh peserta Duta Genre

 

BELAJAR PENGEMBANGAN SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN, DPPPAP2KB JEPARA BERKUNJUNG KE SOLO

BELAJAR PENGEMBANGAN SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN, DPPPAP2KB JEPARA BERKUNJUNG KE SOLO

Untuk lebih mengetahui tentang pengelolaan dan pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), baru-baru ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jepara mengunjungi SMA Batik I Surakarta yang telah direkomendasikan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah untuk dapat dikunjungi guna belajar masalah Sekolah Siaga Kependudukan.

Sekolah Siaga Kependudukan memang merupakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang relatif baru. Di Provinsi Jawa Tengah baru terdapat beberapa Sekolah Siaga Kependudukan. Salah satunya di SMA Batik Surakarta.

Rombongan dipimpin oleh Kepala DPPPAPPKB Jepara, membawa serta para kepala sekolah dan ketua Fapsedu dan sekaligus Ketua KKI dan yang sekaligus juga Ketua MUI Jepara.