Simulasi Bencana Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana

Simulasi Bencana Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana

Surakarta – 26 April 2021 diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulanan Bencana sejak tahun 2017. Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) ini bertujuan untuk membudayakan latihan dan simulasi secara terpadu sehingga mampu meningkatkan kesadaraan dan kewaspadaan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Tangguh Bencana. Kegiatan utama dari HKB adalah latihan evakuasi, simulasi bencana, uji sirine dan lain lain. Dengan adanya simulasi berkala diharapkan masyarakat semakin teredukasi dan paham posisi aman, penilaian resiko dan pemecahan solusi saat bencana terjadi.

Kota Surakarta tidak ketinggalan dalam pelaksanaan simulasi serentak dalam peringatan HKB. Basarnas, tim relawan, PMI, Kepolisian, Pemadam Kebakaran, TNI dan elemen masyakarat lainnya ikut andil dalam simulasi bencana kali ini. Bencana yang digunakan adalah bencana gempa bumi dengan lokasi simulasi di Gedung Tawang Praja di Komplek Balai Kota, Kota Surakarta. Pegawai Balai Kota ikut dilibatkan dalam simulasi bencana sehingga simulasi tampak nyata dengan kondisi sebenarnya. Pelaksanaan simulasi berjalan kondusif dan tim rescue melaksanakan tugas masing-masing dengan sangat professional.

Rayakan Hari Kartini Dengan Pelayanan KB

Rayakan Hari Kartini Dengan Pelayanan KB

Surakarta – 21 April diperingati masyarakat Indonesia sebagai hari kartini, Hari Kartini diperingati untuk mengenang RA Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia yang berkat pemikirannya membuat emansipasi wanita dan kesetaraan gender semakin meluas. Dimasa penjajahan yang terikat dengan norma-norma budaya patriarki dalam kehidupan Jawa yang menganggap wanita tidak setara dengan laki-laki, Raden Ajeng Kartini dengan tegas dan lugas menentang budaya dan pola pikir bahwa wanita hanya mampu dan boleh menjalankan peran sebagai istri dan ibu rumah tangga, dan tidak mampu menjalankan peran yang dilakoni laki-laki.

Seperti diberitakan dalam Kompas.com (21/04/2021) menurut Pengamat Sejarah Edy Tegoeh Joelijanto mengatakan bahwa RA Kartini ingin menunjukan bahwa perempuan tidak hanya ‘konco wingking’. Yang artinya perempuan bisa berperan lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam bidang Pendidikan.

RA Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara merupakan anak dari keturunan bangsawan Jawa Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A Ngasirah. Dengan terlahir sebagai anak bangsawan membuat kartini yang seorang perempuan memiliki kesempatan berbeda dari wanita lain, ia bisa merasakan mengenyam Pendidikan mulai dari sekolah elit, Europeesche Lagere School (ELS). Tapi budaya yang masih sangat mengikat menyebabkan kartini kecil yang saat itu berusia 12 tahun harus berhenti bersekolah.

Hal ini tidak membatasi Kartini untuk terus belajar, Kartini rajin mencari ilmu dengan bertukar pikiran dengan teman-temannya melalui surat salah satunya adalah Rosa Abendanon yang merupakan keturunan Belanda. Kartini juga rajin membaca buku, yang membuat wawasannya lebih terbuka dan muncullah pemikiran untuk memperjuangkan hak hak perempuan.

Kartini menikah dengan Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adiningrat pada tahun 1903 dan memutuskan untuk mendirikan sekolah. Kartini mendirikan sekolah wanita sebagai salah satu usaha untuk memberikan hak-hak dan kebebasan pendidikan pada perempuan Indonesia. Kartini meninggal pada tanggal 17 September 1904 setelah melahirkan anak pertamanya Soelasit Djojohadiningrat. Setelah wafat, surat-surat RA Kartini yang berisi tentang perjuangan tentang status sosial dan hak perempuan pribumi dibukukan. Seperti yang kita semua ketahui buku RA Kartini berjudul Door Duisternis tot Licht atau dalam Bahasa Indonesia Habis Gelap Terbitlah Terang.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang ke-142 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan pelayanan KB serentak diseluruh Indonesia. Pelayanan kb ini diperuntukkan untuk semua jenis kb. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta tidak ketinggalan ikut berpartisipasi dalam pelayanan kb gratis. Pelayanan ini diharapkan menjadi bentuk kepedulian kepada para wanita yang ingin ber-kb tapi terkendala finansial.

Pelayanan KB dilaksanakan di 2 lokasi yaitu Puskesmas Semanggi dan Bidan Praktik Mandiri Rofina di Kelurahan Danukusuman. Pelayanan kali ini dipantau langsung oleh BKKBN Perwakilan Jawa Tengah yang didampingi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta. Untuk Puskesmas Semanggi total ada 14 aseptor KB dengan rincian 7 aseptor IUD dan 7 aseptor implant.

Monitoring Paska MKJP

Monitoring Paska MKJP

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta berbincang dengan aseptor MOW

Surakarta – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta memiliki banyak kegiatan yang memfasilitasi masyarakat yang ingin ber-kb tetapi tidak memiliki dana. Bantuan – bantuan alat kontrasepsi rutin didistribusikan kepada faskes-faskes yang sudah bermitra sehingga ketidakmampuan secara finansial bukan merupakan alasan untuk tidak ber-kb. Pandemi bukan menjadi alasan untuk pelaksanaan pelayanan diantaranya adalah pelayanan MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang). DPPKB sudah bekerjasama dengan beberapa puskesmas atau rumah sakit yang bersedia melayani para calon aseptor MOW (Metode Operasi Wanita) dan MOP (Metode Operasi Pria).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta memberikan bantuan pada aseptor MOP

Calon aseptor ini adalah warga yang sudah tidak ingin anak lagi dan sudah melakukan konsultasi dengan penyuluh KB dan faskes yang ada di wilayah tinggal. Para calon aseptor ini selanjutnya akan didata oleh penyuluh dan terus didampingi sampai selesai proses. Para aseptor yang sudah didata nantikan akan dijadwalkan untuk tes rapid sebelum nantinya dilakukan pembedahan. Setelah proses pembedahan dilaksanakan, monitoring pada aseptor masih terus dilakukan untuk memastikan proses bedah sukses.

 

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta membagikan masker kepada warga sekitar

Selasa, 13 April 2021 Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta beserta dengan Ketua Tim Penggerak PKK melakukan monitoring ke rumah rumah aseptor didampingi oleh penyuluh dan kader di daerah tinggal. Selain untuk melakukan monitoring paska mkjp bagi-bagi masker juga menjadi agenda pada kegiatan kali ini. Pembagian masker ini diharapkan menjadi pengingat pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir dan mematuhi protokol Kesehatan adalah hal yang wajib dilakukan.

Bina Keluarga Lansia

Bina Keluarga Lansia

Surakarta – Bina Keluarga Lansia (BKL) adalah salah satu dari 3 program dalam Tri Bina Keluarga. Tri Bina sendiri sesuai Namanya dibagi menjadi tiga yaitu Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Balita (BKB). Tujuan dibentuknya tribina oleh BKKBN adalah untuk memberi wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran dan kepedulian anggota keluarga demi mewujudkan keluarga sejahtera.</p>

Bina Keluarga Lansia (BKL) ditujukan untuk keluarga yang memiliki lansia (lanjut usia). Tujuan BKL meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran anggota keluarga sehingga dapat terbentuk lansia yang produktif, aktif, mandiri, sehat dan tangguh. Pembinaan kepada anggota keluarga lansia tentang kondisi fisik, psikis dan usia menjadi fokus utama BKL. Bukan hal yang mudah menjadi lansia tangguh apalagi dengan banyak keterbatasan seperti fisik, intelegensi, pola pikir dan masih banyak lagi. Terlebih lagi ditengah kondisi pandemi yang belum berakhir lansia menjadi golongan yang rentan terpapar dan terinveksi, sehingga perlu adanya himbauan dan edukasi kepada lansia dan keluarga lansia tentang lansia tangguh.

Ada berbagai macam kegiatan BKL, diantara lain penyuluhan, kunjungan rumah langsung, pencatatan dan pelaporan. Pelaksanaan kegiatan BKL secara rutin dilakukan dengan variasi kegiatan sehingga lansia dan keluarga lansia tidak bosan dan tetap bisa mudah menerima edukasi. Kegiatan BKL juga melibatkan puskesmas atau tenaga Kesehatan sehingga dalam beberapa kegiatan lansia bisa melaksanakan check up ataupun senam atau kegiatan fisik lainnya yang bisa menunjang fisik lansia tetap bugar.




Pendataan Keluarga Tahun 2021 Resmi Dimulai

Pendataan Keluarga Tahun 2021 Resmi Dimulai

Surakarta – Pendatan Keluarga Tahun 2021 yang merupakan program 5 tahunan BKKBN resmi dimulai hari ini, pada tanggal 1 April 2021. Serangkaian acara pembukaan dilaksanakan sebagai tanda peresmian kegiatan Pendataan Keluarga 2021.

Provinsi Jawa Tengah melaksanakan opening ceremony dengan menjadikan Gubernur Jawa Tengah Bapak H. Ganjar Prabowo, S.H, M.I.P sebagai keluarga yang pertama kali didata yang dilanjutkan pendataan keluarga dengan gubernur Jawa Tengah sebagai pendata.

Kota Surakarta sendiri juga mengadakan launching Pendataan Keluarga dengan serentetan acara. Acara yang pertama dilakukan dengan mendata Walikota Surakarta Bapak Gibran Rakabuming Raka sebagai keluarga yang pertama didata. Bapak Gibran didampingi ibu Selvi Ananda melaksanakan pendataan dikediaman loji gandrung. Pendataan dilakukan oleh kader pendata dari kelurahan Sumber sesuai domisili beliau.

Setelah Walikota Surakarta target pendataan berikutnya adalah keluarga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta Bapak Budi Prasetyo, S.Sos, Wakil Walikota Surakarta Drs. Teguh Prakosa, Sekretaris Daerah Bapak Ir. Ahyani M.A. Pendataan dilakukan oleh kader dari masing-masing wilayah dimana keluarga berdomisili, yaitu untuk ketua DPRD didata oleh kader dari kelurahan Karangasem, wakil walikota didata oleh keluarga dari kelurahan Jajar dan Sekretaris Daerah didata oleh kader pendata dari kelurahan Sumber.

Launching dilanjutkan dengan pendataan keluarga dengan Walikota dan Ketua PKK Kota Surakarta sebagai kader pendata. Pendataan dilakukan pada 2 keluarga di kelurahan Panularan. Walikota turun langsung menghampiri rumah keluarga yang akan didata sekaligus melihat kondisi di lingkungan dan tempat tinggal keluarga terdata. Launching Pendataan Keluarga ditindak lanjuti dengan pendataan keluarga Camat, Lurah, Ketua RW dan Ketua RT dimasing-masing wilayah dilanjutkan dengan mendata seluruh warga.

Dalam launching kali ini Walikota Surakarta sekali lagi menghimbau kepada masyarakat dan kader pendata untuk tetap menerapkan protokol Kesehatan. Menjaga jarak, menggunakan masker, sering mencuci tangan dan mengurangi kerumunan harus dan terus diterapkan. Pelaksanaan kegiatan bukan menjadi alasan untuk mengabaikan protokol Kesehatan.

Program Pendataan Keluarga berlangsung dari tanggal 1 April sampai dengan 31 April dengan jumlah pendata 1004 untuk kota Surakarta dengan maksimal 186 KK untuk 1 kader pendata. Jumlah kader pendata untuk masing-masing wilayah dibagi berdasarkan luas dan banyak data KK terakhir. Pelaksanaan pendataan dilakukan berbasis web sehingga data keluarga yang dimasukkan bisa dipantau setiap oleh supervisior dan manajer data.

Walikota dan Ketua Tim Penggerak PKK mejadi Kader Pendata
Kader Pendata Kelurahan Jajar melakukan pendataan Keluarga Wakil Walikota Surakarta
Kader Pendata Kelurahan Karangasem melakukan pedataan Keluarga pada Keluarga Ketua DPRD Kota Surakarta