Orientasi Kader Pendataan Keluarga 2021

Orientasi Kader Pendataan Keluarga 2021

Surakarta – Pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021 sudah semakin dekat. Segala persiapan administrasi  maupun teknis terus dipersiapkan guna mensukseskan Pendataan Keluarga Tahun 2021, salah satu diantaranya adalah orientasi kader. Pendataan keluarga akan dilaksanakan door to door ke rumah – rumah warga oleh kader pendata, oleh sebab itu perlu adanya orientasi kepada kader tentang proses pendataan dan poin poin yang ada dalam formulir pendataan sehingga data yang nantinya diinput adalah data valid dan akurat.

Orientasi kader merupakan wadah untuk memberi pemahaman pada kader tentang pendataan keluarga baik secara administrasi maupun teknis. Pada orientasi pendataan kader akan diedukasi mengenai cara pengisian formulir, Teknik wawancara sampai dengan pelaporan. Pelaksanaan orientasi dilakukan oleh tim teaching PK21 yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari BKKBN baik secara online maupun offline.

Teknis pelaksanaan orientasi diatur oleh masing-masing kabupaten/kota. Kota Surakarta sendiri memilih untuk melaksanakan orientasi per kelurahan, selain karena pandemi yang masih belum berakhir pelaksanaan orientasi per kelurahan ini dianggap paling efektif karena jumlah peserta tidak banyak sehingga proses edukasi dan tanya jawab lebih efektif.

Orientasi pertama dilaksanakan pada hari Senin, 20 Maret 2021 sampai dengan tanggal 28 Maret 2021. Dengan total jumlah kelurahan 54, pelaksanaan orientasi dilakukan hamper setiap hari dibeberapa titik. Pelaksanan orientasi paling banyak dilaksanakan di masing-masing pendapa kelurahan atau balai penyuluh KB masing-masing kecamatan. Alasan pemilihan lokasi bukan tanpa sebab, dikarenakan Kota Surakarta berencana untuk melakukan pendataan sepenuhnya dengan aplikasi (webbase) maka dalam pelatihannya perlu adanya koneksi wifi dan prasarana lain untuk lebih memudahkan penjelasan.

Sebelum kick off pelaksanaan pendataan pada tanggal 1 April Kota Surakarta sendiri rencananya akan melaksanakan uji coba terakhir dengan kurang lebih 300 kader pendata yang akan melakukan input data ke aplikasi. Uji coba ini bertujuan untuk melakukan simulasi nyata sehingga bila terjadi kesalahan teknis entah itu dari sisi aplikasi ataupun kader dapat ditanggulangi. Pelaksanaan uji coba direncakan pada tanggal 29 Maret 2021.

Kelurahan Serengan Kecamatan Serengan

Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari

Kelurahan Timuran Kecamatan Banjarsari

Kelurahan Gendakan Kecamatan Jebres

Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres

Kelurahan Purwosari Kecamatan Laweyan

Kelurahan Sondakan Kecamatan Laweyan

Kelurahan Baluarti Kecamatan Pasar Kliwon

Kelurahan Gajahan Kecamatan Pasar Kliwon

Kelurahan Danukusuman Kecamatan Serengan
KAMI SIAP DIDATA

KAMI SIAP DIDATA

Surakarta – Pendataan Keluarga Tahun 2021 sudah semakin dekat, petugas dan dinas dinas terkait semakin rajin memberitakan kepada masyarakat. Dukungan dan himbauan berupa surat edaran dari tingkat nasional sampai dengan kota sudah disebar ke seluruh kelurahan. Ada juga twibbone sebagai kampanye memalui media sosial untuk semakin menyadarkan masyarakat pentingnya pendataan keluarga.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta tak luput ikut meramaikan twibbone yang menyatakan siap untuk didata. Dengan adanya twibbone yang tersebar di sosial media diharapkan banyak yang lebih tau tentang program Pendataan Keluarga Tahun 2021 sehingga pelaksanaan pendataan bisa lebih cepat, tepat, dan akurat.

Bina Keluarga Balita, Memperbaiki Negeri Memperbaiki Gizi

Bina Keluarga Balita, Memperbaiki Negeri Memperbaiki Gizi

Surakarta – Adanya pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang untuk menjalankan program-program pemerintah diantaranya adalah pembinaan Bina Keluarga Balita (BKB). Bina Keluarga Balita atau lebih akrab disebut dengan BKB adalah program BKKBN yang merupakan sebuah kegiatan yang khusus mengelola pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur. Target dari BKB adalah keluarga yang memiliki balita, tidak terbatas hanya pada ibu si bayi karena pengasuhan dan tumbuh kembang balita tidak hanya dari ibu tapi juga dari lingkungan yang setiap hari bertemu dengan balita.

BKB dalam pembentukannya memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang anak yang berusia balita. Selain itu juga untuk mengetahui membina tumbuh kembang anak dengan melakukan kegiatan stimulasi yang bersifat fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Dalam kegiatan BKB anak diharapkan mendapatkan rangsang fisik, motorik, kecerdasan sosial dan emosional lewat interaksi yang diciptakan dengan ibu atau anggota keluarga lain.

BKB diharapkan mampu mengedukasi dan meningkatkan wawasan ibu dan anggota keluarga lain yang memiliki balita tentang pola asuh anak yang benar sehingga mampu memaksimalkan tumbuh kembang dan kecerdasan anak yang nantinya mampu menciptakan keluarga sejahtera. Karena menurut Dr. dr. M. Yani, M.Kes peran keluarga adalah sebagai wahana utama dalam pengasuhan pada anak, memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang anak serta berupaya dalam membangun karakteristik SDM, sehingga keluarga dituntut mampu mencitpakan lingkungan belajar yang positif.

Selain pola asuh, gizi yang cukup dan tepat juga merupakan kunci tumbuh kembang anak. BKB juga menjadi ujung tombak dalam pengedukasian gizi cukup dan stunting pada ibu dan anggota keluarga mengingat BKKBN telah dipilih oleh Presiden sebagai ketua dalam program luar biasa penanganan stunting. Pelaksanaan BKB menjadi salah satu wadah untuk mengedukasi ibu dan anggota keluarga tentang pentingnya gizi cukup pada anak untuk mencegah stunting. BKB dilakukan ditiap tiap kelurahan masing-masing kecamatan. Selain untuk mengurangi kerumunan hal ini juga lebih efektif karena peserta lebih sedikit sehingga penyampaian materi bisa interaktif dan jelas.

 

SAFARI KB, BANTU KONTROL ANGKA KELAHIRAN

SAFARI KB, BANTU KONTROL ANGKA KELAHIRAN

Surakarta – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta pada bulan Februari 2021 mulai melaksanakan safari KB. Safari KB sendiri adalah sebuah kegiatan / program BKKBN dalam pemberian dan pemasangan alat kontrasepsi Metode Jangka Panjang secara gratis kepada masyarakat dalam upaya pengendalian angka kelahiran. Dalam pelaksanaannya safari KB melibatkan kader – kader untuk mencari aseptor, puskesmas / klinik / rumah sakit dalam pelayanannya. Program safari KB selain untuk memberikan KB gratis juga sebagai wadah edukasi pada masyarakat pentingnya perencanaan dalam keluarga.

Untuk Surakarta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) sudah bekerjasama dengan setiap puskesmas per kecamatan untuk pelaksanaan safari KB, sehingga untuk masyarakat yang menjadi akseptor tidak perlu direpotkan dengan jauhnya akses. Pihak dinas juga memfasilitasi jika ada puskesmas / klinik / rumah sakti pelayanan yang mewajibkan hasil rapid sebelum akseptor dilayani, mengingat pandemi covid-19 belum berakhir.

Klinik Solo Peduli, Klinik Mommy and me, Klinik Barokah, PKM Sibela dan masih ada beberapa klinik yang siap melayani safari KB di Surakarta. Pembatasan pelayanan setiap harinya tetap dilaksanakan, guna mengurangi kerumuman calon penerima akseptor nantinya akan didata dan dibuatkan jadwal rapid dan pemasangan alat. Dengan adanya pembatasan pelayanan Safari KB rencananya akan dilaksanakan sepanjang tahun secara berkala.

Dokumentasi Pelayanan Safari KB

Pendampingan safari KB oleh Kepala Dinas

Pendaftaran calon penerima akseptor

Pengecekan tensi calon penerima akseptor oleh petugas

pemasangan implant

antrian safari KB

potret petugas dengan ibu ibu kader
GENERASI EMAS, BEBAS STUNTING

GENERASI EMAS, BEBAS STUNTING

Surakarta – Pada rapat kabinet terbatas yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat Senin, 25 Januari 2021 Presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua dalam pelaksanaan program luar biasa dalam penanganan stunting.

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tidak memadai. Dengan kondisi kekurangan asupan gizi penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan dibawah normal serta produktivitas rendah. Berdasarkan hasil pantauan Status Gizi (PSG) 2016 mencapai 27,5 persen. Menurut WHO, masalah Kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila pravalensi stunting lebih dari 20 persen. Artinya secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis, terlebih lagi di 14 Provinsi yang prevelensinya melebihi angka nasional.

Banyak aspek yang bisa menjadi penyebab stunting diantaranya adalah rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama kehidupan yakni sejak bayi lahir hingga usia 2 tahun. Buruknya fasilitas sanitasi dan minim air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan menjadi factor lain penyebab stunting.

Penanganan stunting tidak hanya dilakukan pada penderita tapi juga pada ibu hamil dan balita resiko stunting dengan pengedukasian cara – cara pencegahan stunting. Stunting dapat dicegah dengan cara memenuhi kebutuhan gizi sejak kehamilan, pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan yang dilanjutkan dengan MPASI sehat dan juga pemantauan perkembangan anak secara rutin dapat dilakukan untuk mencegah stunting sekaligus menekan angka peningkatan stunting.

Jumlah penderita stunting di Indonesia menurut hasil Riskesdas 2018 terus menurun. Tetapi pencegahan stunting tetap harus dilakukan untuk terus menenkan dan menurunkan prosentase stunting di Indonesia. Dalam upaya penekanan angka stunting pemerintah membuat program Zero Stunting, Zero stunting adalah program pemerintah dengan tujuan tidak adanya peningkatan stunting sehingga prosentase peningkatan stunting dari bulan ke bulan adalah nol persen. Himbauan dan statement dari pejabat pemerintah juga dilakukan untuk semakin menguatkan dan meyakinkan masyarakat pentingnya pencegahan stunting.

 

Sumber : http://www.p2ptm.kemkes.go.id/

 

Pendataan Keluarga Tahun 2021

Pendataan Keluarga Tahun 2021

Surakarta – Pada Undang – undang no 52 Tahun 2009 tentang Pekembangan Kependudukan dan Pembanggunan Keluarga yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah no 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga menjelaskan tentang Pendataan Keluarga merupakan kegiatan dalam rangka mendapatkan data keluarga Indonesia yang diselenggarakan BKKBN secara serentak 5 tahun sekali. Data informasi keluarga diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan perkembangan Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Sesuai jadwal seharunya kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2020, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 maka pelaksanaan dan pendanaan ditunda pada tahun 2021. Pendataan keluarga direncanakan akan diselenggarakan pada 1 April – 31 Mei 2021 secara serentak di seluruh Indonesia. Pada pendataan kali ini terdapat 3 indikator yaitu kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Ada 1 indikator tambahan yaitu stunting, hal ini sebagai tindak lanjut dari penunjukkan Presiden kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua pelaksana program luar biasa penanganan stunting di Indonesia. Dengan adanya penambahan index/ indicator stunting pada form pendataan keluarga diharapkan mampu menjadi sumber data/ informasi / program / dukungan / intervensi oleh pemerintah atau sector lain dalam upaya mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia serta peretasan keluarga dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Pendataan Keluarga kali ini menargetkan data akurat dan lengkap dengan parameter by name by address sehingga profil PUS dapat diperoleh lengkap yang sebelumnya tidak tersedia pada sumber data manapun. Dalam upaya percepatan pendataan keluarga, pelaksanaan pendataan kali ini menggunakan 2 media yaitu smartphone dan formulir paper. Dengan penambahan prasarana smartphone data akan langsung terupdate dan dapat dipantau secara langsung.

Dukungan dari para pejabat daerah berubah surat edaran dan statement himbauan pada warganya terus berdengung demi mensukseskan Pendataan Keluarga tahun 2021. Tak ketinggalan Walikota Surakarta Bapak Gibran Rakabuming Raka juga ikut memberikan statement dukungan demi tersuksekannya Pendataan Keluarga Tahun 2021.

Pendataan Keluarga, Awal Perencanaan Keluarga. Berencana itu Keren

Mengedukasi Dari Dekat Dengan Gugur Gunung

Mengedukasi Dari Dekat Dengan Gugur Gunung

Surakarta – Pada hari Rabu, 03 Maret 2021 Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Serengan bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melaksanakan Gugur Gunung di kecamatan Serengan. Gugur Gunung dilaksanakan dengan menyasar ke beberapa kelurahan di kecamatan Serengan diantaranya adalah Joyotakan, Danukusuman, Serengan, Tipes dan Jayengan. Seperti Namanya Gugur Gunung kali ini melibatkan berbagai komponen masyarakat seperti pejabat daerah / pak lurah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD).

Gugur Gunung merupakan salah satu program yang diselenggarakan untuk memberikan informasi dan sekaligus melakukan komunikasi langsung kepada masyarakat terutama Pasangan Usia Subur (PUS) tentang Keluarga Berencana. Pemberian edukasi dan informasi (KIE) dilaksanakan dengan cara menyambangi rumah-rumah keluarga atau lebih sering disebut dengan metode door to door. Dengan metode ini diharapkan informasi lebih jelas tersampaikan dan pemerintah lebih dekat dan paham dengan masalah keluarga yang ada di Kota Surakarta. Dengan adanya Gugur Gunung masyarakat kota Surakarta diharapkan lebih mengerti dan menyadari pentingnya perencaan keluarga, dan dengan adanya perencanaan keluarga yang baik akan menciptakan keluarga sejahtera.

Diawali dari kecamatan Serengan program Gugur Gunung kali ini menargetkan seluruh kecamatan di Kota Surakarta. Kecamatan Banjarsari menyusul kecamatan Serengan pada Kamis, 4 Maret 2021 dengan menggelar gugur gunung dengan titik kumpul di kelurahan Joglo. Ibu Purwanti, SKM, M.Kes selaku Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) turut serta hadir dan mengedukasi masyarakat dalam acara Gugur Gunung.

 

Pengedukasian mengenai KB dan stunting di rumah warga

Kunjungan kerumah warga di ke Kelurahan Joglo

Pengdukasian kepada warga oleh bu Kepala Dinas

Pendataan warga oleh tim gugur gunung