DPPKB Kota Surakarta bersama Kader KB Memberi KIE Kepada Masyarakat Tentang Cara Mencegah Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Ditengah Pandemi Covid-19

DPPKB Kota Surakarta bersama Kader KB Memberi KIE Kepada Masyarakat Tentang Cara Mencegah Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Ditengah Pandemi Covid-19

Dampak mewabahnya Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap rentannya terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) yang dikarenakan adanya penurunan jumlah pelayanan KB secara nasional dari masing-masing jenis alat obat kontrasepsi (alokon). Hal ini dindikasi bahwa Pasangan Usia Subur (PUS) yang memerlukan kontrasepsi tidak bisa mengakses layanan kontrasepsi di faskes dan menunda ke faskes selama Covid-19 jika tidak dalam kondisi gawat, karena adanya kekhawatiran PUS yang memerlukan kontrasepsi tertular Covid-19. Selain itu, Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap orang dengan sistem imun lemah.

KTD memiliki dampak yang luas seperti meningkatkan kasus aborsi, meningkatkan risiko kematian ibu dan anak, anemia pada ibu hamil, malnutrisi pada ibu hamil dan janin, bayi lahir prematur, berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan kurangnya kasih sayang dan pengasuhan karena anak tidak diinginkan.

Maka dari itu Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta terus berupaya memastikan keberlangsungan penggunaan alat dan obat kontrasepsi selama masa krisis bencana Covid-19, seperti : Pelayanan KB bergerak, kunjungan ke PUS yang memerlukan kontrasepsi. Menurunkan angka putus pakai alat dan obat kontrasepsi sehingga mencegah KTD dengan cara : mengoptimalkan peran PKB/PLKB dan penggerakan Mobil Unit Penerangan KB ke masyarakat untuk KIE Pencegahan Covid-19.

Sehingga disaat Pandemi Covid-19 ini, sebaiknya masyarakat mulai mengatur perencanaan kehamilan. Setiap kehamilan seharusnya direncanakan dan diinginkan. Namun pada kenyataannya banyak pasangan suami istri yang tidak dapat memenuhi kondisi tersebut. Oleh karena itu penting untuk merencanakan kehamilan dan menentukan jumlah anak dari sejak awal pernikahan melalui program Keluarga Berencana (KB).

Pengaturan jarak kehamilan dan perencanaan jumlah anak dapat dilakukan dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Salah satu tujuan ber KB untuk menghindari “empat terlalu”, yaitu terlalu sering melahirkan (lebih dari 2 anak), terlalu dekat jarak antarkehamilan (kurang dari 2 tahun), usia terlalu muda saat hamil (kurang dari 20 tahun), dan usia terlalu tua saat hamil (lebih dari 35 tahun).

 

  KIE KB oleh Kader KB Kota Surakarta di wilayah kecamatan Laweyan
Kunjungan Rumah dan KIE mengenai KB oleh Kader KB kecamatan Laweyan
HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Launching Inovasi Program Sultanikah Capingan

HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Launching Inovasi Program Sultanikah Capingan

Senin 17 Agustus 2020 , setelah upacara bendera selesai di halaman Balai Kota Surakarta, program SULTANIKAH CAPINGAN ( Konsultsi Pra Nikah bagi Calon Pinanganten ) RESMI di LAUNCHING . Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI di tengah pandemi COVID-19 tersebut diikuti perwakilan aparatur sipil negara (ASN) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta, dengan pembina upacara Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Banyak yang belum mengenal program baru yang di resmikan pada tanggal 17 Agustus 2020 ini , dan bertanya tanya apa sih Program SULTANIKAH CAPINGAN itu ?

PROGRAM KONSULTASI PRANIKAH BAGI CALON PENGANTIN (PROGRAM SULTANIKAH CAPINGAN) adalah program pelayanan kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan, dalam bentuk pemberian informasi, edukasi dan komunikasi meliputi materi pembangunan keluarga, penanaman nilai nilai fungsi keluarga, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

 

Sebelum launching Inovasi Proyek Perubahan dimulai, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta Purwanti,  telah terlebih dahulu menandatangani perjanjian kerjasama SULTANIKAH CAPINGAN dengan perwakilan 6 agama yaitu : BIMAS Islam ( Bimbingan masyarakat Islam ) Surakarta, PHDI ( Parisadha Hindu Dharma Indonesia ) Surakarta, WALUBI ( Perwakilan Umat Buddha Indonesia ) Surakarta, BAGKS ( Badan Antar Gereja Kristen Surakarta ), MAKIN ( Majelis Agama Khonghucu Indonesia ) Surakarta dan KEVIKEPAN Kota Surkarta.

 

Setelah Penandatanganan dengan  perwakilan agama selesai, dilanjutkan  dengan Penandatanganan Perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Surakarta dengan Kementrian Agama Kota Surakarta yang disaksikan oleh perwakilan 6 agama yang ada di Kota Surakarta .

Program Baru SULTANIKAH CAPINGAN sudah di uji cobakan hari ini

Program Baru SULTANIKAH CAPINGAN sudah di uji cobakan hari ini

Pernikahan atau perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Akibat dari tidak memahami tujuan perkawinan akan menyebabkan ketidak harmonisan pasangan suami istri dan bahkan bisa berakhir pada perceraian. Angka perceraian di Indonesia kurang lebih 300.000 pasang (lebih dari 10%) dari jumlah perkawinan di Indonesia setiap tahunnya 2.300.000 pasang (data Kemenag 2014).

Maka dari itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana, Purwanti  berinisiatif membuat program baru untuk para Calon Pengantin yang mau melangsungkan pernikahan agar dapat mengikuti konseling  SULTANIKAH CAPINGAN singkatan dari konsultasi  pra nikah bagi calon pinanganten . Program ini dilatar belakangi karena meningkatnya kasus perceraian di Indonseia khususnya di massa pandemic covid-19 ini. Karena itu pemerintah Kota Surakarta menimbang bahwa para calon pengantin perlu diberi konseling  persiapan sebelum menikah , bentuk peyanan program ini terdiri atas 3 jenis yaitu konsultasi , pemberian buku saku, dan surat keterangan konsultasi, pelayanan  dilaksanakan di KUA untuk umat ISLAM, sementara untuk lainnya dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran di kantor Kelurahan dan mendapatkan surat pengantar .

Dan mulai hari ini Senin, 10 Agustus 2020 sudah di laksanakan serentak oleh Pejabat Lapangan ,  yakni PLKB yang saat ini berada di Kantor Urusan Agama di 5 wilayah kecamatan masing-masing.

 

Konsultsi Sultanikah Capingan Kecamatan Jebres
Konsultsi Sultanikah Capingan di Kecamatan Laweyan